
Apa yang membedakan antara cinta dan nafsu?
Pertanyaan itu mungkin sering terlontar dari jiwa yang merasa ada suatu energi yang tidak bisa dimengerti oleh orang orang yang masuk kedalam jiwanya. Energi seperti menarikmu dari hal hal yang awalnya menurutmu mustahil dilakukan tapi ternyata kau rela mengejarnya. Ya itulah cinta, datang entah darimana yang bisa menggerakan seluruh kemampuan kita diluar nalar. Ia datang bukan hanya sekedar diselimuti nafsu ingin memiliki, tapi ia seperti rasa yang sulit untuk didefinisikan yang akan membuat hidupmu lebih berwarna, perkaran negatif dan positifnya itu semua tergantung persepsimu.
Bulan Februari 2019, tepat dimana aku mengenal seorang wantita yang membuat hidupku berbalik 360 derajat, dialah Rumeysa yang kukenal. Wanita yang mengajariku secara tidak langsung mengenai apa arti dari berjuang dalam cita cita, berjuang terhadap cita cita, berjuang terhadap agama, dan berjuang menjadi manusia yang menghargai manusia lainnya. Dia adalah wanita yang mengubah cara pandangku terhadap islam. yang dari awal aku berfikir bahwa menjadi liberal dan skeptis adalah sikap yang paling sempurna dalam menjalani hidup dan lika likunya. Namun ternyata itu salah, secara tidak langsung dia mengajariku bahwa islam tidak seperti yang aku kira.
Yah secara akhlak dan kepribadian aku jauh dari kata sempurna, namanya juga manusia. Tapi menjadi lebih baik dari hari kehari adalah suatu keharusan yang harus dimiliki. kita pernah saling berjanji untuk saling bertemu dan kau akan mengajaku bermain badminton bersama teman temanmu, tidaklah kamu ingat itu ?
5000 Mill jarak dan jutaan samudra beserta milyaran udara memisahkan Bandung dan Istanbul. ketahuilah suatu saat nanti aku akan menemuimu tepat didepan Aya Sofya yang akan menjadi saksi betapa aku mencintaimu Rumeysa, semoga Allah merestuiku menemuimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar